Aku berkata kepadamu: sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan begembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Yoh 16:20-21
Setiap orang percaya pada suatu saat pasti mengalami suatu keadaan di mana ia merasa sudah mencapai batasnya, tidak mampu lagi, sama seperti seorang pelari yang ada dalam perlombaan. Ia harus terus memandang ke depan dan tidak memandang dirinya sendiri ataupun orang-orang di sekelilingnya yang menonton dia. Ia harus terus mengerahkan dirinya sampai garis akhir. Pada saat melakukannya, tubuhnya berkata, “Sudah, aku ingin behenti. Aku ingin istirahat, aku lelah,” dsb. Apabila ia menuruti kemauan tubuhnya, itu akan nyaman bagi dia, namun ia kalah dan tidak akan mendapat apa-apa. Usaha yang telah dia lakukan akan sia-sia dan dia mengalami kerugian, karena kehilangan apa yang telah tersedia baginya. Tetapi apa bila dia tidak menuruti keinginan tubuhnya, melainkan mendisiplinnya dan berkata, “Aku bisa, aku harus mencapai garis akhir” Dan ia terus mengarahkan matanya ke depan dan mendorong dirinya sedemikian rupa di saat-saat yang tersulit itu, dia akan mengalami terobosan. Itulah yang harus kita lakukan juga dalam dunia rohani. Menerobos batas manusiawi kita dengan kekuatan supranatural.
Inilah juga yang Paulus lakukan, “aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri (straining forward) kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan (press on toward the goal) untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Filipi 3:13-14
Seorang perempuan yang mengandung, bukankah ia juga banyak mengalami penderitaan selama waktu itu, dan ia harus tekun menanggungnya dan pada waktu tiba saatnya melahirkan, ia harus mendorong anaknya sedemikian rupa sampai keluar, disertai dengan kesakitan. Begitu anaknya lahir, ia tidak akan mengingat lagi penderitaannya itu, sebaliknya ia akan bersukacita melihat anaknya. Sukacitanya jauh melebihi penderitaan yang telah dialaminya. Ayub 11:16 berkata ; bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu.
Saya teringat seorang hamba Tuhan pernah bercerita; Suatu saat,konon, Salomo diminta memberikan suatu kalimat supaya apabila seseorang dalam kesukaran atau penderitaan dia tidak putus asa , dan ketika dia senang, dia tidak lupa diri dan tetap berjaga-jaga. Lalu inilah jawaban Salomo: INIPUN AKAN BERLALU. Dan itu memang benar, karena apapun di dunia ini akan berlalu. Hanya Firman Allah yang tinggal tetap selama-lamanya. Kesusahan atau kesukaran apapun yang anda alami saat ini, itupun hanya sementara, dan akan berlalu. Setelah melewatinya, dengan kekuatan Allah, anda akan melihat, Kristus telah membawa anda ke suatu tempat atau level yang lebih tinggi daripada yang sebelumnya.
You therefore must endure hardship as a good soldier of Christ (Oleh karena itu kamu harus tekun/tahan/sabar menanggung kesukaran sebagai prajurit yang baik dari Yesus Kristus) II Tim 2:3 KJV Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan diri dengan soal-soal penghidupnnya supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. (ay. 4) Dalam peperangan, tidak ada seorang prajuritpun yang memikirkan masalah-masalah hidupnya. Mereka hanya melakukan apa yang diperintahkan komandannya. Anda dan saya telah terdaftar sebagai prajurit Kristus. Biarlah kita berkenan kepada Dia yang telah mendaftarkan kita. Dan setiap peperangan itu menjadi kesempatan bagi kita untuk naik level. Ubah setiap kesukaran, kesusahan, kesalahan, masalah apapun menjadi suatu keuntungan, dan katakan, “Iblis, engkau tidak akan dapat keuntungan apapun dalam hal ini! Aku ambil keuntungan sepenuhnya di dalam nama Yesus!”
Tuhan memberkati!
Sunday, May 2, 2010
Saturday, February 27, 2010
GEREJA ; TUBUH KRISTUS
1 Korintus 10 : 16 - 17
Salah satu gerakan penting dalam sejarah gereja ialah gerakan oikumene. Apa yang didoakan dan diusahakan oleh para pemimpin gereja ini adalah merespons doa Tuhan Yesus, agar "mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau" (Yoh. 17:21). Sungguh suatu visi dahsyat yang menjadi gairah Yesus sampai merupakan pokok syafaat-Nya sebelum berpisah dengan para murid-Nya. Namun adalah kenyataan tragis sebab hal itu sedikit saja terwujud. Memiliki kepekaan bahwa aku adalah bagian dari saudara-saudara seimanku dalam Kristus terlepas dari bagaimana pengalaman rohani serta keterhisaban denominasi yang bersangkutan. Memiliki kesadaran bahwa yang mengaku, menghidupi, dan berkarya demi dan dalam nama Yesus adalah seperti aku juga, anggota dari Tubuh Kristus yang Satu!
Kesatuan tersebut jelas bukan bersumber dari kesatuan organisasi, meskipun mengupayakan adanya payung organisasi yang akrab adalah penting, melainkan hasil Sang Kepala, Kristus, yang mengaliri orang Kristen, semua gereja lokal, segenap denominasi Kristen dengan aliran hidup, daya, dan karya-Nya. Ini adalah visi dan cita-cita yang layak didoakan, didambakan, dan diusahakan. Namun kita tahu bahwa ini hanya akan menjadi impian indah tapi hampa bila kita tidak berbuat apa-apa di tataran jemaat lokal!
Di tataran jemaat lokallah tempatnya kita memperlakukan saudara seiman benar-benar sebagai saudara dalam iman. Saling mendoakan, saling memerhatikan, saling tegur, saling mendukung, saling melayani. Apabila kata "saling" sudah begitu meresap dalam kepekaan kita berjemaat, maka kita sedang membuat langkah berarti dalam mewujudkan kenyataan Gereja sebagai Tubuh Kristus! Renungkanlah, Anda merasa kehilangankah bila ada teman seiman tidak hadir dalam ibadah hari Minggu? Ataukah Anda merasa kuasa pelayanan akan berkurang bila Anda tidak bersedia ambil bagian dalam suatu pelayanan?
Hal-hal praktis ini penting kita aktifkan, sebab Gereja, Tubuh Kristus itu bukan sesuatu yang di surga kelak. Kini dan di dalam kita! Apabila kesedaran ini meluas ke relasi oikumenis, oh.. alangkah dahsyatnya!
Friday, January 1, 2010
KeKristenan Sejati Yang Hilang
Kalau saya membaca di Alkitab, saya menemui ada 3 cara Tuhan membantu manusia :
1.Di Kejadian 21 : 15-17 ~ Ketika air di kirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu di bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya:"Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kataNya kepadanya : "Apakah yang engkau susahkan Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring."
Tentang Hagar dan Ismael diusir oleh Abraham di padang gurun dan kehabisan air, lalu
Hagar menangis karena tidak bisa melihat anaknya mati kehausan. Allah menjawab dari
tempat tidur dan menunjukkan sumur berisi air, sehingga Hagar dan Ismael tertolong. Anak itu
menjadi besar dan melahirkan 12 suku Arab yang akhirnya menjadi Raja di Arab.
2. Waktu Allah membimbing umatNya Israel keluar dari Mesir ( dipimpin melalui Musa )
dengan tiang awan dan tiang api ( Allah menuntun Musa ) di Keluaran 33 : 13 - 17,
" Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia dihadapanMu,
beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya
aku mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu."
Lalu Ia berfirman : " Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan
ketenteraman kepadamu. Berkatalah Musa kepada-Nya :" Jika Engkau sendiri
membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Darimanakah gerangan
akan diketahui, bahwa aku mendapat kasih karunia dihadapan-Mu, yakni aku dengan
umat-Mu ini? Bukankah karena engkau berjalan-jalan bersama dengan kami, sehingga
kami , aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi
ini?" Berfirmanlah Tuhan kepada Musa : " Juga hal yang telah kukatakan ini akan
kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia dihadapan-Ku dan Aku
mengenal engkau."
Jadi dalam perjalanan Allah memimpin, tetapi disaat berhenti Allah meninggalkan umat Israel ; dan Tuhan memberi hukum-hukum, yaitu : hukum Taurat yang kita kenal sekarang. Allah memimpin manusia didalam hukum Taurat yang dilakukan oleh orang Farisi.
3. Yesaya 27 : 2-5 ~ Pada waktu itu akan dikatakan :" Bernyanyilah tentang kebun
anggur yang elok ! Aku, Tuhan, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya.
Supaya janganorang menggangunya, siang malam Aku menjaganya; kehangatan murka
tiada pada-Ku. Sekiranya tampak kepada-Ku puteri malu dan rumput, Aku akan bertindak memeranginya dan akan membakarnya sekaligus, kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku !" Itulah sebetulnya ke-Kristenan yang dijanjikan oleh Tuhan . Padahal yang saya lihat, saat ini ke-Kristenan bukan seperti Yesaya 27 : 2-5, tetapi malah hidup dibawah hukum Taurat, dan itu dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Imam Farisi hidup dibawah hukum, Allahnya ada di luar dan kalau sedang atau sudah berhenti dari perjalanannya ditinggalkan oleh Allahnya.
Ke-Kristenan, Allahnya ada didalam hati kita, bukan di luar seperti no 1 & 2 diatas ; Bukan seperti dituntun, dan setelah itu ditinggalkan, seperti yang dilakukan hukum Taurat, tetapi yang sebenarnya adalah Allahnya harus ada didalam hati kita, untuk membersihkan hati kita supaya lahir baru.
Itu semua dikarenakan Allah itu Kudus, sedangkan manusia terdiri dari gen ( atau sering disebut dengan Genetika ) dan menerima dosa warisan, itu bisa dihilangkan hanya oleh Allah sendiri melalui Firman, karena Manusia TIDAK BISA MERUBAH diri sendiri !
* Illustrasi tentang Genetika : Jika salah satu orang tuanya ada penyakit Diabetes, terutama ibunya, anak yang paling rawan adalah anak laki-laki pertama dan bagaimanapun juga tidak bisa diobati, kecuali anak itu mengerti tentang penyakitnya kalau dia rawan terkena penyakit Diabetes dan diet seumur hidup, maka tidak akan tumbuh.Tapi benih warisan tersebut tetap ada dalam dirinya dan tidak bisa hilang.
Kalau Saya baca di Alkitab, penyakit adalah akibat dosa.
Meskipun anak itu waktu hidupnya bisa menghindar dari penyakit itu,tetapi dosanya tetap ada. Padahal orang yang masih ada dosanya tidak bisa masuk Surga, karena belum lahir baru dan yang bisa menghilangkan dosa itu adalah Firman, yaitu kalau Allahnya ada didalam diri kita.
Kalau kita mau tahu, bahwa Allah ada dalam diri kita di Alkitab ditulis :
1. 1 Korintus 3 : 16 ~Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam didalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri.
Kita menjadi Bait Allah; 2 Korintus 3 : 14 - 18 ~ Apakah hubungan Bait Allah dengan
berhala? Karena kita adalah Bait dari Allah yang hidup menurut Firman Allah ini :
" Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka,
dan mereka akan menjadi umat-Ku."
2. Wahyu 3 : 20 ~ Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang
mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan
Aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
3. Kita menjadi Kerajaan Iman ~ Adanya di Keluaran 16 :9
4. Matius 6: 33 ~ Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya
itu akan ditambahkan kepadamu.
Yang dimaksud dengan kebenaran ada di Yohanes 14 : 6 ~ Kata Yesus kepadanya :
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku."
Ayat di atas berbicara tentang Yesus. Jadi yang dimaksud dengan Matius 6 : 33 adalah kita menjadi Rumah Allah dulu baru setelah itu Tuhan akan mencukupi semua kebutuhan hidup kita, atau kita juga bisa melihat di Perjanjian Lama ( tentang Tabut Allah ), kotaknya terbuat dari kayu kering di mana kotak kayu kering berbicara tentang manusia dan didalamnya ada dua loh batu, yaitu Firman Tuhan.
Waktu jaman Imam Eli, Tabut Allah dirampas oleh orang Filistin. Di sanalah kuasa Allah terlihat bekerja, sehingga orang Filistin ketakutan dan Tabut Allah dikirim kembali ke bangsa Israel dan ditaruh di Kiryat Yearim. Saat 72 orang di Kiryat Yearim mencoba melihat isi Tabut Allah, 72 orang tersebut meninggal semua. Waktu Tabut Allah dipindah dari rumah Aminadab ke kota Daud, Uza mencoba menahan Tabut Allah supaya tidak terjatuh saat sapi yang mengangkutnya terpeleset, Tuhan menyambar Uza sehingga mati. Itu semua di atas berbicara tentang kayu kering; dikarenakan ada Firman ada didalamnya sehingga kayu tersebut menjadi Kudusnya luar biasa !
Bagaimana bisa terjadi seperti ini, supaya Allah ada didalam diri kita? Adanya di Roma 10 : 17, yaitu IMAN ~ Jadi Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus. Karena manusia tidak punya Iman ! Setelah Hawa jatuh dalam dosa, pikiran manusia dikuasai oleh setan. Jadi pekerjaan setan itu adalah supaya manusia bertentangan dengan Firman Tuhan ; maka dari itu kita harus punya IMAN, dan Iman itu adanya di hati bukan di otak kita. Karena Allahlah yang punya Iman dan jika Allah ada di hati kita, kita akan bisa mempunyai Iman.
Bagaimana bisa tumbuh Iman? Kalau baca Alkitab harus ada suara dan tidak boleh diloncat-loncat ( harus berurutan ), tercatat di kitab Wahyu dan Ulangan; tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi dan membaca Alkitab ada caranya:
* Jam 03.00 - 05.00 ( pagi ) dan jam 15.00 - selesai ( sore ) dibaca dengan bersuara dan cepat.
Pagi hari jam 03.00 - 05.00 tidak boleh dikurangi.Tuhan selalu bekerja di
jam- jam tersebut diatas.
Contoh :
1. Tercatat di Alkitab, Yesus bekerja di waktu jaga pagi, waktu pergantian jaga malam.
2. Kornelius ditemui Malaikat Tuhan jam 03.00 karena menurut kebudayaan Yahudi, jam 03.00 itu pergantian hari.
Waktu untuk membaca di sore hari tidak harus tepat, bisa digantikan malam hari sebelum tidur.
Mengapa harus jam 03.00 pagi ? Menurut kebudayaan Yahudi itu tentang pergantian hari. Sedangkan Tuhan selalu maunya di nomor satu kan sebelum kita mulai aktivitas kita dalam satu hari itu. Hal itu juga bisa dilihat waktu orang Israel dalam mengambil manna ( Kel. 16 ) harus diambil jam 03.00 - 05.00 ( sebelum terbitnya fajar pagi ), karena setelah fajar menyingsing manna tersebut mencair.
Kembali sekarang ke soal membaca Alkitab. Kenapa harus dimulai dari Perjanjian Baru dulu? ( 2 Korintus 3, tentang Musa ada tudung yang menutupi mukanya ), setelah itu baru Perjanjian Lama. Jadi setiap hari kita harus baca Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama semuanya.
Contoh : Kalau kita baca dari Jam 03.00- 04.00 --> baca Perjanjian Baru, jam 04.00 - 05.00 --> baca Perjanjian Lama
Catatan : Baca Perjanjian Lama bisa ditambah waktunya lebih lama.
Karena Perjanjian Baru menumbuhkan Iman dan Perjanjian Lama untuk merubah sifat kita, jadi keduanya harus dibaca setiap hari.
Mungkin ada orang yang mengatakan, " Kenapa hanya membaca Alkitab saja untuk menjadi Kristen, kenapa tidak melakukannya untuk menjadi Kudus? " ( melakukan Hukum Taurat ). Karena manusia tidak bisa melakukan hukum itu, yang bisa melakukan hukum adalah Allah sendiri, maka Tuhan Yesus mati diatas kayu salib sebagai 100 % manusia untuk menebus dosa manusia yang memang tidak bisa dilakukan oleh manusia. Yehezkiel 20 : 25 - 26 ~ Begitulah Aku juga memberi kepada mereka ketetapan- ketetapan yang tidak baik dan peraturan-peraturan, yang karenanya mereka tidak dapat hidup. Aku membiarkan mereka menjadi najis dengan persembahan- persembahan mereka, dalam hal mereka mempersembahkan sebagai korban dalam api semua yang telah dahulu lahir dari kandungan, supaya Kubuat mereka tertegun, agar mereka mengetahui bahwa Akulah Tuhan.
Sebenarnya Tuhan memberi hukum supaya manusia tidak bisa melakukannya karena hanya Tuhan yang bisa melakukannya. Supaya manusia menghadirkan Allah dalam hatinya sehingga hukum tersebut yang melakukannya Tuhan sendiri. Kalau mau jelasnya di Yehezkiel 36 : 25 ~ Aku mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu .
Air jernih berbicara tentang Firman Tuhan dibacanya bukan sedikit, tetapi harus sebanyak-banyaknya supaya manusia tumbuh Iman.
Yehezkiel 36 : 25-33 ~ Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan Roh yang baru didalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam didalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan kuberikan hati yang taat. RohKu akan Kuberikan diam didalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam didalam negeri yang telah Kuberikan kepada Yehezkiel nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. AKu akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu. Aku juga memperbanyak buah pohon-pohonanmu dan hasil ladangmu, supaya kamu jangan lagi menanggung noda kelaparan ditengah bangsa-bangsa. Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbutanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuatan yang keji. Bukan karena kamu Aku bertindak, demikianlah Firman Tuhan Allah, ketahuilah itu. Merasa malulah kamu dan biarlah kamu dipermalukan karena kelakuanmu, hai kaum Israel. Beginilah Firman Tuhan Allah : Pada hari Aku mentahirkan kamu dari segala kesalahanmu, Aku akan membuat kota-kota didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhan akan dibangun kembali.
Jadi semua yang merubah kita adalah " Ku " adalah Tuhan bukan kita. Kerjaan kita hanya membaca Alkitab sebanyak-banyaknya sehingga Tuhan yang melakukan semua hukum-hukumNya bagi kita, terutama waktu dan cara bacanya harus benar.
Yohanes 16 : 13 ~ Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu kedalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Jikalau di sore hari jam 15.00 tidak bisa membacanya, bisa digantikan sebelum tidur. Kalau yang pagi hari tidak bisa diubah jamnya, harus dilakukan seumur hidup.
Tidak ada alasan sakit atau apa pun, karena Iman ada tingkatan-tingkatannya.Tiap kita naik tingkat ujiannya adalah sakit.
1.Di Kejadian 21 : 15-17 ~ Ketika air di kirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu di bawah semak-semak, dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya:"Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kataNya kepadanya : "Apakah yang engkau susahkan Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring."
Tentang Hagar dan Ismael diusir oleh Abraham di padang gurun dan kehabisan air, lalu
Hagar menangis karena tidak bisa melihat anaknya mati kehausan. Allah menjawab dari
tempat tidur dan menunjukkan sumur berisi air, sehingga Hagar dan Ismael tertolong. Anak itu
menjadi besar dan melahirkan 12 suku Arab yang akhirnya menjadi Raja di Arab.
2. Waktu Allah membimbing umatNya Israel keluar dari Mesir ( dipimpin melalui Musa )
dengan tiang awan dan tiang api ( Allah menuntun Musa ) di Keluaran 33 : 13 - 17,
" Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia dihadapanMu,
beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya
aku mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu."
Lalu Ia berfirman : " Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan
ketenteraman kepadamu. Berkatalah Musa kepada-Nya :" Jika Engkau sendiri
membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Darimanakah gerangan
akan diketahui, bahwa aku mendapat kasih karunia dihadapan-Mu, yakni aku dengan
umat-Mu ini? Bukankah karena engkau berjalan-jalan bersama dengan kami, sehingga
kami , aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi
ini?" Berfirmanlah Tuhan kepada Musa : " Juga hal yang telah kukatakan ini akan
kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia dihadapan-Ku dan Aku
mengenal engkau."
Jadi dalam perjalanan Allah memimpin, tetapi disaat berhenti Allah meninggalkan umat Israel ; dan Tuhan memberi hukum-hukum, yaitu : hukum Taurat yang kita kenal sekarang. Allah memimpin manusia didalam hukum Taurat yang dilakukan oleh orang Farisi.
3. Yesaya 27 : 2-5 ~ Pada waktu itu akan dikatakan :" Bernyanyilah tentang kebun
anggur yang elok ! Aku, Tuhan, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya.
Supaya janganorang menggangunya, siang malam Aku menjaganya; kehangatan murka
tiada pada-Ku. Sekiranya tampak kepada-Ku puteri malu dan rumput, Aku akan bertindak memeranginya dan akan membakarnya sekaligus, kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku !" Itulah sebetulnya ke-Kristenan yang dijanjikan oleh Tuhan . Padahal yang saya lihat, saat ini ke-Kristenan bukan seperti Yesaya 27 : 2-5, tetapi malah hidup dibawah hukum Taurat, dan itu dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Imam Farisi hidup dibawah hukum, Allahnya ada di luar dan kalau sedang atau sudah berhenti dari perjalanannya ditinggalkan oleh Allahnya.
Ke-Kristenan, Allahnya ada didalam hati kita, bukan di luar seperti no 1 & 2 diatas ; Bukan seperti dituntun, dan setelah itu ditinggalkan, seperti yang dilakukan hukum Taurat, tetapi yang sebenarnya adalah Allahnya harus ada didalam hati kita, untuk membersihkan hati kita supaya lahir baru.
Itu semua dikarenakan Allah itu Kudus, sedangkan manusia terdiri dari gen ( atau sering disebut dengan Genetika ) dan menerima dosa warisan, itu bisa dihilangkan hanya oleh Allah sendiri melalui Firman, karena Manusia TIDAK BISA MERUBAH diri sendiri !
* Illustrasi tentang Genetika : Jika salah satu orang tuanya ada penyakit Diabetes, terutama ibunya, anak yang paling rawan adalah anak laki-laki pertama dan bagaimanapun juga tidak bisa diobati, kecuali anak itu mengerti tentang penyakitnya kalau dia rawan terkena penyakit Diabetes dan diet seumur hidup, maka tidak akan tumbuh.Tapi benih warisan tersebut tetap ada dalam dirinya dan tidak bisa hilang.
Kalau Saya baca di Alkitab, penyakit adalah akibat dosa.
Meskipun anak itu waktu hidupnya bisa menghindar dari penyakit itu,tetapi dosanya tetap ada. Padahal orang yang masih ada dosanya tidak bisa masuk Surga, karena belum lahir baru dan yang bisa menghilangkan dosa itu adalah Firman, yaitu kalau Allahnya ada didalam diri kita.
Kalau kita mau tahu, bahwa Allah ada dalam diri kita di Alkitab ditulis :
1. 1 Korintus 3 : 16 ~Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam didalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri.
Kita menjadi Bait Allah; 2 Korintus 3 : 14 - 18 ~ Apakah hubungan Bait Allah dengan
berhala? Karena kita adalah Bait dari Allah yang hidup menurut Firman Allah ini :
" Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka,
dan mereka akan menjadi umat-Ku."
2. Wahyu 3 : 20 ~ Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang
mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan
Aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
3. Kita menjadi Kerajaan Iman ~ Adanya di Keluaran 16 :9
4. Matius 6: 33 ~ Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya
itu akan ditambahkan kepadamu.
Yang dimaksud dengan kebenaran ada di Yohanes 14 : 6 ~ Kata Yesus kepadanya :
"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku."
Ayat di atas berbicara tentang Yesus. Jadi yang dimaksud dengan Matius 6 : 33 adalah kita menjadi Rumah Allah dulu baru setelah itu Tuhan akan mencukupi semua kebutuhan hidup kita, atau kita juga bisa melihat di Perjanjian Lama ( tentang Tabut Allah ), kotaknya terbuat dari kayu kering di mana kotak kayu kering berbicara tentang manusia dan didalamnya ada dua loh batu, yaitu Firman Tuhan.
Waktu jaman Imam Eli, Tabut Allah dirampas oleh orang Filistin. Di sanalah kuasa Allah terlihat bekerja, sehingga orang Filistin ketakutan dan Tabut Allah dikirim kembali ke bangsa Israel dan ditaruh di Kiryat Yearim. Saat 72 orang di Kiryat Yearim mencoba melihat isi Tabut Allah, 72 orang tersebut meninggal semua. Waktu Tabut Allah dipindah dari rumah Aminadab ke kota Daud, Uza mencoba menahan Tabut Allah supaya tidak terjatuh saat sapi yang mengangkutnya terpeleset, Tuhan menyambar Uza sehingga mati. Itu semua di atas berbicara tentang kayu kering; dikarenakan ada Firman ada didalamnya sehingga kayu tersebut menjadi Kudusnya luar biasa !
Bagaimana bisa terjadi seperti ini, supaya Allah ada didalam diri kita? Adanya di Roma 10 : 17, yaitu IMAN ~ Jadi Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus. Karena manusia tidak punya Iman ! Setelah Hawa jatuh dalam dosa, pikiran manusia dikuasai oleh setan. Jadi pekerjaan setan itu adalah supaya manusia bertentangan dengan Firman Tuhan ; maka dari itu kita harus punya IMAN, dan Iman itu adanya di hati bukan di otak kita. Karena Allahlah yang punya Iman dan jika Allah ada di hati kita, kita akan bisa mempunyai Iman.
Bagaimana bisa tumbuh Iman? Kalau baca Alkitab harus ada suara dan tidak boleh diloncat-loncat ( harus berurutan ), tercatat di kitab Wahyu dan Ulangan; tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi dan membaca Alkitab ada caranya:
* Jam 03.00 - 05.00 ( pagi ) dan jam 15.00 - selesai ( sore ) dibaca dengan bersuara dan cepat.
Pagi hari jam 03.00 - 05.00 tidak boleh dikurangi.Tuhan selalu bekerja di
jam- jam tersebut diatas.
Contoh :
1. Tercatat di Alkitab, Yesus bekerja di waktu jaga pagi, waktu pergantian jaga malam.
2. Kornelius ditemui Malaikat Tuhan jam 03.00 karena menurut kebudayaan Yahudi, jam 03.00 itu pergantian hari.
Waktu untuk membaca di sore hari tidak harus tepat, bisa digantikan malam hari sebelum tidur.
Mengapa harus jam 03.00 pagi ? Menurut kebudayaan Yahudi itu tentang pergantian hari. Sedangkan Tuhan selalu maunya di nomor satu kan sebelum kita mulai aktivitas kita dalam satu hari itu. Hal itu juga bisa dilihat waktu orang Israel dalam mengambil manna ( Kel. 16 ) harus diambil jam 03.00 - 05.00 ( sebelum terbitnya fajar pagi ), karena setelah fajar menyingsing manna tersebut mencair.
Kembali sekarang ke soal membaca Alkitab. Kenapa harus dimulai dari Perjanjian Baru dulu? ( 2 Korintus 3, tentang Musa ada tudung yang menutupi mukanya ), setelah itu baru Perjanjian Lama. Jadi setiap hari kita harus baca Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama semuanya.
Contoh : Kalau kita baca dari Jam 03.00- 04.00 --> baca Perjanjian Baru, jam 04.00 - 05.00 --> baca Perjanjian Lama
Catatan : Baca Perjanjian Lama bisa ditambah waktunya lebih lama.
Karena Perjanjian Baru menumbuhkan Iman dan Perjanjian Lama untuk merubah sifat kita, jadi keduanya harus dibaca setiap hari.
Mungkin ada orang yang mengatakan, " Kenapa hanya membaca Alkitab saja untuk menjadi Kristen, kenapa tidak melakukannya untuk menjadi Kudus? " ( melakukan Hukum Taurat ). Karena manusia tidak bisa melakukan hukum itu, yang bisa melakukan hukum adalah Allah sendiri, maka Tuhan Yesus mati diatas kayu salib sebagai 100 % manusia untuk menebus dosa manusia yang memang tidak bisa dilakukan oleh manusia. Yehezkiel 20 : 25 - 26 ~ Begitulah Aku juga memberi kepada mereka ketetapan- ketetapan yang tidak baik dan peraturan-peraturan, yang karenanya mereka tidak dapat hidup. Aku membiarkan mereka menjadi najis dengan persembahan- persembahan mereka, dalam hal mereka mempersembahkan sebagai korban dalam api semua yang telah dahulu lahir dari kandungan, supaya Kubuat mereka tertegun, agar mereka mengetahui bahwa Akulah Tuhan.
Sebenarnya Tuhan memberi hukum supaya manusia tidak bisa melakukannya karena hanya Tuhan yang bisa melakukannya. Supaya manusia menghadirkan Allah dalam hatinya sehingga hukum tersebut yang melakukannya Tuhan sendiri. Kalau mau jelasnya di Yehezkiel 36 : 25 ~ Aku mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu .
Air jernih berbicara tentang Firman Tuhan dibacanya bukan sedikit, tetapi harus sebanyak-banyaknya supaya manusia tumbuh Iman.
Yehezkiel 36 : 25-33 ~ Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan Roh yang baru didalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam didalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan kuberikan hati yang taat. RohKu akan Kuberikan diam didalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam didalam negeri yang telah Kuberikan kepada Yehezkiel nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. AKu akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu. Aku juga memperbanyak buah pohon-pohonanmu dan hasil ladangmu, supaya kamu jangan lagi menanggung noda kelaparan ditengah bangsa-bangsa. Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbutanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuatan yang keji. Bukan karena kamu Aku bertindak, demikianlah Firman Tuhan Allah, ketahuilah itu. Merasa malulah kamu dan biarlah kamu dipermalukan karena kelakuanmu, hai kaum Israel. Beginilah Firman Tuhan Allah : Pada hari Aku mentahirkan kamu dari segala kesalahanmu, Aku akan membuat kota-kota didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhan akan dibangun kembali.
Jadi semua yang merubah kita adalah " Ku " adalah Tuhan bukan kita. Kerjaan kita hanya membaca Alkitab sebanyak-banyaknya sehingga Tuhan yang melakukan semua hukum-hukumNya bagi kita, terutama waktu dan cara bacanya harus benar.
Yohanes 16 : 13 ~ Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu kedalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Jikalau di sore hari jam 15.00 tidak bisa membacanya, bisa digantikan sebelum tidur. Kalau yang pagi hari tidak bisa diubah jamnya, harus dilakukan seumur hidup.
Tidak ada alasan sakit atau apa pun, karena Iman ada tingkatan-tingkatannya.Tiap kita naik tingkat ujiannya adalah sakit.
Tuesday, December 8, 2009
JERAT MILIK
Rabu, 9 Desember 2009
Bacaan Setahun : Filipi 1-4
Nats : Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku (Lukas 14:33)
Bacaan Setahun : Filipi 1-4
Nats : Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku (Lukas 14:33)
|
| Bacaan : Lukas 14:25-35 Ketika Tuhan Yesus mengatakan, bahwa setiap orang yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, ia tidak dapat menjadi murid-Nya (ayat 33), itu bukan berarti kita tidak boleh memiliki apa pun. Sebab selama berada di dunia, kita akan selalu perlu"memiliki sesuatu". Ucapan Tuhan Yesus tersebut bisa diartikan begini: jangan kita begitu terikat dan terekat dengan segala sesuatu yang kita miliki, sehingga bukan kita yang memiliki, tetapi justru kitalah yang dimiliki oleh segala sesuatu itu. Sebab, apabila seseorang itu sudah sedemikian kuatnya terikat dan terekat pada miliknya, maka ia akan menomorduakan Tuhan. Ia juga bisa melakukan apa saja; menghalalkan segala cara, mengabaikan norma sosial, mengesampingkan hukum Tuhan, untuk merebut atau mempertahankannya. Milik di sini bisa berupa harta benda, bisa juga berupa jabatan, popularitas, atau bahkan orang; entah pacar, teman dekat, atau siapa saja. Intinya adalah: jangan menempatkan apa pun dan siapa pun di dunia ini melampaui Tuhan. Dalam kehidupan seorang murid Kristus, Tuhan harus senantiasa menjadi yang pertama dan terutama. Jadi, tidak salah apabila kita memiliki sesuatu. Yang salah, kalau karena sesuatu yang kita miliki itu, kita kemudian mengabaikan Tuhan; tidak lagi taat dan menaruh hormat kepada Tuhan. Apabila demikian adanya, berarti kita telah memberhalakannya. Berhala (dalam bahasa Inggris: idol) bukan hanya berupa patung-patung atau benda-benda kuno yang dianggap punya kekuatan magis, melainkan juga segala sesuatu yang menggeser Tuhan dari pusat hidup kita --AYA |
Wednesday, November 18, 2009
Yang terkena murka Tuhan
Zefanya 1:7-13
| Manusia berani berbuat dosa karena tidak peduli pada keberadaan Tuhan. Umat Tuhan pada waktu itu menganggap Tuhan sudah tidak aktif lagi (ayat 12 b). Padahal Tuhan tidak pernah tertidur. Ia tetap memegang kendali. Suatu hari Ia akan menunjukkan kehadiran dan kuasa-Nya. Pada waktu itulah Yerusalem, yang adalah kota terpenting dan simbol kebesaran Yehuda, bagai digeledah dengan obor (ayat 12 a) hingga tak akan ada yang luput dari hukuman Tuhan. Penghukuman Tuhan pertama-tama ditujukan kepada anak-anak raja, para pemuka agama, dan semua orang yang ikut-ikutan bangsa-bangsa di sekitar mereka dalam hal penyembahan berhala (ayat 8). Padahal mereka memiliki identitas sebagai umat pilihan Allah. Tak heran bila orang-orang yang memasukkan tradisi atau paham-paham penyembahan berhala ke dalam Bait Allah juga tidak luput dari hukuman (ayat 9). Yang juga akan terkena hukuman adalah para pengusaha, yang menghalalkan segala cara demi meraih laba sebanyak-banyaknya (ayat 11). Materialisme telah mendasari hidup mereka. Selain itu, murka Tuhan akan menyapu bersih mereka yang merasa puas akan hidupnya, yaitu mereka yang merasa tidak memerlukan Allah dan merasa bahwa Allah tidak punya andil apa pun dalam hidupnya (ayat 12). Hukuman Tuhan akan nyata mereka rasakan. Mereka akan kehilangan sumber penghasilan dan harta benda yang menjadi sandaran hidup (ayat 13). Perhatikanlah bagaimana Tuhan menghukum mereka yang punya peranan atas kehidupan orang banyak. Pemimpin negara, pemimpin agama, bahkan pedagang berkiprah dalam kelangsungan hidup orang banyak. Bagi kita yang bekerja dalam bidang-bidang yang menyangkut kemaslahatan hidup orang banyak atau bagi kita yang terlibat pelayanan, ingatlah bahwa kita bertanggung jawab penuh terhadap Tuhan. Tugas kita adalah menolong mereka melihat Tuhan melalui apa pun yang kita lakukan. Bagaimana dengan kita yang tidak tersangkut paut dengan semua itu? Hiduplah dalam kekudusan agar murka Tuhan jangan menimpa kita! |
Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2009/11/19/
Monday, November 16, 2009
Setia pada perjanjian-Nya
Mazmur 89:19-38
| Kesetiaan adalah barang langka pada masyarakat masa kini. Ramai orang melihat kepentingan sesaat, pemenuhan kebutuhan pragmatis sebagai sesuatu yang jauh lebih penting. Namun, ada juga orang yang terjebak pada sisi lainnya, iaitu setia membabi buta pada orang tertentu atau ideologi tertentu. Allah setia pada janji-Nya, yaitu memimpin umat-Nya lewat hamba-Nya Daud yang dipilih dan diurapi-Nya. Kesetiaan Allah itu dinyatakan dengan menjadikan Daud raja atas Israel. Bagian kedua Mazmur 89 ini menegaskan bagaimana Tuhan akan memelihara hamba-Nya ini terhadap serangan para musuh yang hendak membinasakannya (ayat 23-24). Tuhan sendiri akan membela yang diurapi-Nya, bahkan takhta Israel akan senantiasa diduduki oleh keturunan Daud. Perikop ini menaikkan puji-pujian bagi Allah sebagai respons kepada Tuhan yang setia meneguhkan Perjanjian-Nya dengan Daud dan keturunannya (lih. 2Sam. 7). Allah memang memastikan keturunan Daud akan selalu pada takhta Israel. Dia tidak akan mencabut ketetapan dan janji-Nya (ayat 35-37). Sepasti matahari yang bersinar setiap hari dan bulan yang setia menerangi malam hari, demikian kasih setia-Nya tak berubah (ayat 37-38). Namun, tidak berarti raja-raja keturunan Daud boleh memerintah sembarangan dan menodai kemuliaan Tuhan (ayat 31-33). Kesetiaan Allah bukan kesetiaan yang membabi-buta. Kesetiaan Allah serasi dengan keadilan dan kekudusan-Nya. Kesetiaan Allah adalah cerminan karakter-Nya yang mulia. Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena kesetiaan-Nya tidak berubah. Memang ramai keturunan Daud gagal dan harus menerima hukuman keras. Namun, Mesias, Sang Keturunan Daud itu membuktikan diri taat sempurna pada Tuhan. Oleh karena itu mari kita merespons kasih setia Tuhan dengan menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya dan dengan tak henti-henti menyaksikan kebaikan-Nya kepada orang lain! |
Subscribe to:
Posts (Atom)
